Powered by Blogger.

Happy Teacher's Day!

Hari itu adalah hari yang sangat melelahkan. Salju yang tak kunjung berhenti membuat trotoar di seantero New York licin. Payung saya yang terbalik terhantam angin juga menjadi semakin tidak berguna. Saya pun tiba di ruang kelas, basah, lelah, dan mudah tersulut amarah. Ada sebuah keajaiban di dalam ruang kelas—keajaiban yang terbentuk dari kepolosan, rasa ingin tahu yang besar, dan perhatian para peserta didik yang teramat tulus, tanpa prejudis apapun. Keajaiban yang saya temukan pada tahun 2005, saat pertama kali resmi masuk ke dalam ruang kelas sekolah dasar sebagai figur guru, dan tidak pernah hilang meski telah selang beberapa tahun. Peserta didik silih berganti, mereka bertambah besar bahkan beberapa sudah mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi, namun kehausan mereka akan ilmu tentang indahnya dunia tetap ada. Pelajaran berlangsung dan saya pun tenggelam di dalam nikmat interaksi kelas. Gurauan konyol antara para siswa; mata mereka yang begitu terpaku mendengarkan saya menjelaskan sebuah konsep; siswa yang datang untuk menanyakan apakah ia boleh memakan permen yang dibawakan ibunya. Sekian jam berlalu dan akhirnya satu persatu, para siswa meninggalkan kelas. Yang terakhir, adalah seorang anak laki-laki, katakan saja namanya Nicky. Ia berjalan menuju pintu. Sebelum Nicky melangkah ke luar, ia membalikkan badan, “I hope you’re happy, Miss...” Lalu ia menutup pintu. Hati saya bergetar dan ratusan pelukan serasa menguatkan saya untuk terus mengabdi pada dunia pendidikan. Nicky, you made me happy beyond comprehension. Apresiasi terhadap guru memang menjadi sesuatu yang minim, terlebih dalam konteks Indonesia. Masih ada jutaan guru honorer, menanti gaji yang lebih layak untuk menyokong kehidupan keluarga. Kampanye publik akan hewan yang hampir punah bisa dibilang lebih banyak daripada kampanye untuk mengapresiasi guru. Selain itu, guru masih menjadi profesi yang by chance di tengah keterhimpitan, dan bukan by choice karena pilihan diri yang pasti. Kami menghargai apresiasi yang ada, namun hal-hal mungil seperti yang Nicky berikan kepada saya memberikan injeksi semangat yang tiada tara. Hal-hal kecil seperti itu mengingatkan saya kembali akan alasan mengapa saya memilih profesi ini dan mendorong saya untuk terus menghidupkan api identitas sebagai pendidik, meskipun situasi eksternal penuh dengan berbagai tantangan. Di Hari Guru Nasional 2014 ini, saya ingin mengajak teman-teman sekalian, untuk dapat mendorong apresiasi bagi guru dengan caranya masing-masing. Teman-teman dapat fasih menggunakan media sosial tentu karena pelajaran membaca dan menulis sepanjang sekolah dasar. Teman-teman dapat berkreasi membuat video, poster, maupun tulisan, tentu karena adanya guru yang mengajarkan makna kreativitas dan ekspresi diri. We owe ourselves to our teachers, partially. Maka inilah saatnya kita memberikan apresiasi lebih besar bagi para guru kita, di manapun mereka berada, apapun yang mereka lakukan sekarang, dan selelah apapun mereka mendidik di tengah kesemrawutan sistem pendidikan nasional. Saya percaya pada niat baik teman-teman dan saya percaya pada ketulusan hati teman-teman untuk berterimakasih pada Bapak dan Ibu Guru. Ada banyak cara untuk mengapresiasi guru. Teman-teman dapat mengirimkan pesan singkat. Teman-teman dapat juga merancang sebuah program untuk peningkatan kualitas kerja maupun kehidupan guru. Teman-teman pun bisa berbagi ilmu dengan para Bapak Ibu Guru, agar mereka dapat menjadi pendidik yang semakin mumpuni. 






Pendidikan adalah salah satu pilar utama kemajuan bangsa. Kesuksesan karya pendidikan bukanlah menjadi tanggung jawab para guru semata; itu adalah tanggung jawab kita semua. Marilah kita bersama-sama ambil peran dalam mengapresiasi para guru, dengan kapasitas kita masing-masing... demi Indonesia jaya. Selamat Hari Guru Nasional untuk sesama pendidik, semoga ketulusan dan kerja keras tetap menjadi fondasi akan setiap hal yang kita lakukan. Terima kasih, atas nama guru Indonesia.

Salam, Amanda Witdarmono amanda@wetheteachers.or.id

0 comments:

Post a Comment